Dalam level agnosticism gw termasuk yang masih percaya keberadaan Tuhan. Namun bukan tipikal "man made god" seperti tuhan kebanyakan agama (sorry).
Seorang yang heran akan ke-agnostic-an gw bertanya, "Apa gw masih berdoa?". Ya tentu saja. Hanya saja frekuensinya mungkin tidak sesering orang beragama yang berdoa tiap hari bahkan tiap jam.
Kenapa jarang?
Harus diketahui bahwa percaya Tuhan berarti gw percaya bahwa Tuhan menciptakan gw (Tapi gak tau apa lewat evolusi atau penciptaan langsung karena kedua teori itu masih lemah buat gw). Dan itu gw yang seutuhnya dengan tangan, kaki, otak, perasaan, dll.
Beberapa orang menganggap ini merupakan kesombongan bahwa gw gak mau berdoa karena gw bisa berusaha sendiri. Saat gw sakit gw gak akan berdoa jika masih bisa beli obat, bayar dokter, masuk rumah sakit. Tapi ya gw akan berdoa jika memang gw sudah divonis tidak tertolong oleh dokter manapun di dunia ataupun tidak memiliki kemampuan untuk berobat lebih baik lagi.
Gw gak akan berdoa dapat rejeki jika tangan, kaki, dan pikiran gw masih bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan. Menurut gw kalau gw tiap sebentar doa minta ini itu cuma terkesan seperti anak manja yang merengek terus sama orang tua. Sorry tapi gw anak yang mandiri. Seriously, I stopped asking money from my mom when I got my first job and I was 17th.
Ya tentu saja loe orang boleh berdoa tiap hari, tiap detik kalau perlu. Itu khan urusan loe sama tuhan loe. Gw gak berminat ngurusin hubungan orang lain dengan tuhannya selama mereka juga gak banyak ngurusin kepercayaan gw.
Kalau orang berdoa dan berusaha, gw lebih suka berusaha dulu, berdoa kemudian.
Sabtu, 07 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar