Sabtu, 07 Maret 2009

The Death

Seorang pastor kepala paroki tertawa waktu gw bilang gw seorang agnostic. Waktu itu gw akan menentukan tanggal pernikahan gw dengan pasangan gw (she's Catholic). Dia bertanya tentang agama di KTP, gw bilang Katholik. Katanya Katholik tidak bisa seperti itu, gw bilang gw tau, ini hanya status.

Menurutnya penting bagi setiap manusia memiliki agama. Gw setuju, agama memang penting bagi orang-orang yang kurang becus mengatur diri mereka sendiri dan butuh motivasi surga dan ancaman neraka untuk berada dalam jalur. Gw punya logika dan empati untuk bertindak sementara surga dan neraka terlalu absurd untuk dipercaya. Tuhan? mengutip film Zeitgeist: "I don't know what God is but I know what He isn't".

Pastor juga bertanya, "Bagaimana kalau kamu mati nanti? Tanpa agama hanya akan merepotkan orang yang kamu tinggalkan. Nanti malah dibuang ke laut.". Jika memang mereka mau buang gw ke laut silakan saja, Gw toh udah mati. Malah bagus bisa jadi makanan ikan-ikan. Nanti ikannya udah besar ditangkap nelayan yang makan mereka juga (gw sih gak doyan ikan) ha..ha..ha.. :D

Well, gw gak sebodoh itu untuk nggak mewasiatkan proses pengurusan jenasah gw sewaktu gw masih hidup. Lagipula kematian hanya bagian dari proses kehidupan, tidak ada yang istimewa. Yang istimewa hanya bagaimana kita mengisi kehidupan.

Apakah kita mejadi orang yang berguna yang bisa menyenangkan orang-orang disekitar kita? Atau kita hanya bisa jadi teroris bom sana sini menebar ketakutan? Atau kita menjadi orang religius yang munafik dan mengharapkan pujian? Atau bahkan hari ini berdoa kemudian besok berbuat dosa?

Kalau nanti masuk neraka (Jika memang neraka itu ada) ya biar saja. Memangnya kalau gw beragama dan masuk neraka juga loe orang mau gantiin posisi gw? Jika beragama pun tidak 100% masuk surga buat apa? Dan menurut gw surga dan neraka itu urusan Tuhan, bukan urusan gw. Urusan gw cuma gimana menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya.

Harusnya gw bertanya sama Pastor, "Gimana jika ternyata pastor yang masuk neraka?". Tapi sepertinya gw masih respek walaupun gw diketawain. Itulah bedanya kita, gw bisa senyum waktu loe orang ngetawain gw. Can you smile when I tell you that your god possibly doesn't exist?

1 komentar:

  1. I used to be a catholic, tapi seiring gw tumbuh dan berpikir lebih banyak, sekarang gw di antara agnostik dan atheist. Yang jelas gw ga mau commit di 1 agama. Benar, surga dan neraka terlalu ga masuk akal, lalu dogma dosa asal dan lain-lain, itu salah satu hal yang menyebabkan gw meninggalkan agama gw :) Yah, mungkin kan orang2 pengen iseng2 berhadiah gitu. Kalo Tuhan ada dan sesuai dengan apa yang diajarkan agama, pas masih idup punya agama juga ga ada ruginya, tapi pas mati kemungkinan 'selamat' lebih gede. Kalo sebaliknya, Tuhan itu ga ada ato ga sesuai dengan di kitab suci, pas mati juga ga rugi apa2. Hahaha. Pragmatis ya.

    BalasHapus