Senin, 05 Januari 2009

Membantu Palestina
Karena kali ini Israel yang melancarkan serangan dengan berbagai alasan dan menewaskan banyak warga sipil Palestina, gw setuju bahwa kita harus membantu Palestina. Membantu layaknya kita membantu negara lain yang sedang dilanda musibah. Memberikan obat-obatan dan bantuan medis lainnya, memberikan dukungan moril bagi rakyat Palestina, tidak lupa tetap mengupayakan damai bagi kedua belah pihak.

Gw gak setuju apabila bantuan dilandasi oleh motivasi agama. Gw gak suka membantu Palestina dengan alasan persaudaraan sesama Muslim. Apa itu artinya kita tidak akan membantu negara lain yang bukan sepersaudaraan muslim?! Gw bakalan bilang : Fuck you and your fucking discrimination mind.

Jadi seandainya masih ada jatuh korban warga Israel karena serangan bom mobil, kita juga harus memberikan bantuan kepada Israel layaknya kita membantu Palestina. Setuju? (ha..ha..ha..) Kalo gak setuju tandanya loe penganut standar ganda...

Jihad!
Palestina adalah negara Islam dan sesama muslim harus membela. OK lha, itu hal yang loe percaya. Gw hormati itu. Jika memang siap berkorban nyawa demi saudara seiman, silakan berangkat ke Palestina. Loe urus sendiri paspornya, semua izinnya untuk berangkat ke Palestina. Urus sendiri? Ya iyalah! Siapa lagi yang ngurusin? Negara loe suruh nerbangin loe ke Palestina untuk jihad? Kebagusan amat loe make duit negara buat kepentingan loe dan keyakinan loe.

Dan jangan sekali-kali loe ngider komplek buat minta dana sumbangan buat nerbangin loe jihad ke Palestina. Kalo loe gak mampu jihad (termasuk di dalamnya gak mampu nerbangin diri loe ke Palestina) maka berhentilah berangan-angan membantu saudara sesama muslim dengan berjihad ke sana.

Jangan pula berjihad dengan ngebom negara loe sendiri (atau negara tetangga? si Noordin M Top orang Malay khan?!). Kalo gak mau agama loe dicap agama teroris sama orang.

Boikot produk Israel
Gw amat sangat setuju sekali, banget dah! Boikot aja semua produk Israel. Selama-lamanya kalo perlu, jangan cuma sekarang aja. Tapi... ada tapinya ni. Tapi pastiin loe mampu memproduksi barang pengganti dari apa yang loe boikot tersebut. Loe mau boikot KFC dan McD?! Silakan kalo loe bisa bikin industri lokal misalnya: Ayam Goreng Pak Blegug dengan mutu produk dan kualitas layanan setara KFC. Atau Burger Nak Enak yang setara rasa dan mutunya sama dengan McD.

Apalagi kalo loe sanggup bikin produk lokal penganti prosesor buatan Intel yang kualitasnya bisa nyamain tentu saja dengan harga sama. Jika kita sanggup membuat produk lokal yang menyaingi produk-produk buatan orang Israel ataupun orang Amerika sono, siapa yang butuh produk mereka?! Boikot aja! Kita gak perlu produk mereka kok. Kita mampu bikin sendiri produk yang setara.

Kalo kita gak mampu? Ya udah diem aja dech, gak usah banyak suara boikot-boikotan segala. Akui saja kita gak bisa apa-apa tanpa produk mereka. Jangan munafik mau boikot Israel dengan poster yang dirancang pake komputer berprosesor Intel.

Bakar bendera Israel dan Amerika, demo di kedubes Amerika, demo di bundaran HI, dan semua usaha bullshit lainnya harap ditinggalkan. Hanya menyebabkan macet dan tidak memberi hasil apa-apa kok. Loe pikir Amerika ngurusin loe? Loe pikir Israel menghentikan serangannya karena demo loe? Please dech ah.

Gw kepikiran ide bodoh: Kenapa nggak setiap orang yang bersimpati dengan Palestina mengadopsi 1 orang anak Palestina dan bawa ke Indonesia agar mereka terhindar dari kekejaman Israel? Lebih baik lagi kalo bisa menampung 1 keluarga Palestina di setiap rumah orang yang bersimpati dengan keadaan Palestina.

Orang Yahudi bilang: "Whoever saves one life, saves the world entire." (kurang lebih gitu dech, nonton aja Schindler's List (Mungkin sebaiknya si Oscar Schindler dulu gak nyelamatin Yahudi satupun, sekarang banyak yahudi jadi ada zionisme)).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar