Senin, 05 Januari 2009

Kenapa Nggak Beli Motor?

Dari awal tinggal di Padang gw emang gak punya kendaraan. Jarak dekat jalan kaki aja, kalo jauh naik ya naik angkot. Soalnya waktu gw masih di Sungai Penuh dulu juga kebiasaannya jalan kaki ke mana-mana. Waktu itu memang belum jaman kreditan motor menjamur seperti sekarang. Juga memang pendapatan gak memungkinkan buat beli motor.

Jadi kenapa sekarang setelah pendapatan lebih besar juga tidak mampu beli motor?
Ya karena jalan kaki itu sehat (ha..ha..ha..) dan juga gw gak mau dituduh biang pemanasan global karena berpartisipasi dalam memperbanyak polusi udara. Tentu saja orang berhak menertawakan alasan gw yang memang klise, nggak banget, kesannya gimana gitu.

Tapi khan emang Indi Baren aja menyarankan untuk berjalan 10.000 langkah sehari?! Ya tandanya memang sehat. Dan gw ngetawain orang yang lain yang menanggap jalan 1 KM itu jauh. Tentang pemanasan global juga gw gak mengada-ngada khan?! Gw juga ngetawain orang yang sok go green lha, save the planet lha, dan segala upaya mengurangi pemanasan global lainnya jika toh mereka msh aja pake mobil/ motor pribadi ke mana-mana, pake AC dengan freon tinggi pula di mobil dan rumah, blom termasuk kebiasaan nggak mau memisahkan sampah rumah tangganya. So kayanya kalo buat saling ngetawain masih imbang score-nya.

Seriously, gw blom mau kredit motor karena penggunaan uang gw untuk transportasi masih jauh lebih menguntungkan menggunakan jasa angkot dibanding bayar kredit motor.

Mampu bayar kredit motor?
Mengikuti saran bonus majalah Intisari edisi Juli 2008 tentang keuangan keluarga, pengeluaran untuk hutang ataupun kredit tidak lebih dari 30% dari total pendapatan.

Tapi menurut gw pribadi sebaiknya tidak lebih dari 50% uang bersih di tangan. Bersih setelah dipotong pengeluaran lain seperti rumah, makan, tagihan listrik, air, internet, dll. Itu juga dengan syarat pembayaran Down Payment kredit > 30%. Jadi setelah kredit pun kita masih punya 50% bersih buat ditabung. Dan ternyata 50% uang bersih di tangan sekarang belum mencukupi bayar kredit.

Kenapa banyak banget aturan tetek bengek gitu sih?
Memang bener bahwa sekarang bisa beli motor hanya dengan DP < 20%. Tapi itu artinya kita akan terikat masa hutang yang lama. Semua aturan itu gunanya adalah supaya gw tidak terikat hutang yang bunganya gede dan masa hutang yang panjang. Buat gw hutang bukan soal seberapa besar/ banyak yang sanggup diambil tapi soal kemampuan membayar. Gw gak mau terjebak dalam dunia gaya hidup dan uang.

Idealis?
Gw banget!

Pertanyaan gw adalah apa mengendarai barang kreditan membuat anda merasa lebih beruntung dari gw? Semoga aja jawabannya positif. Susah kalo udah hutang masih pesimis pula (ha..ha..ha..).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar